EfiAgustina . 09.22.1142 . kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER . AMIKOM . YOGYAKARTA . 2011 . 2.3. Konsep Dasar Sistem Informasi . 2.3.1. Definisi Sistem Informasi . Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem dalam organisasi yang mempertemukan
Padasistem EFI terdapat 3 sistem utama yaitu sistem bahan bakar (fuel system), sistem induksi udara (air induction system) dan sistem kontrol elektronik (electronic control system). Sistem bahan bakar Sistem bahan bakar pada sistem EFI berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju ke ruang bakar mesin.
3 Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya. 5) Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global. 6) Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif. 7) Menunjukkan kemampuan berpikir logis
Sepertikunci-kunci, scanner (peralatan pendiagnosa kerusakan sistem EFI) dan pengukur emisi gas buang sangatlah perlu dimiliki. Menurut Oemar Hamalik (1990:127) fasilitas belajar yaitu alat pelajaran sebagai unsur penunjang belajar yaitu bersifat memberikan kemudahan agar kegiatan belajar lebi lancar, efisien, dan diharapkan memberikan hasil
Padaartikel sebelumnya, kita sudah pernah membahas sistem Electronic Fuel Injection (EFI) yang konsep kerjanya menggunakan tiga komponen dasar yaitu, Sensor, Prosessor, dan Actuator. Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas beberapa macam sensor dan fungsinya yang ada pada sistem Electronic Fuel Injection (EFI).
KONSTRUKSIDASAR EFI Secara umum Electronic Fuel Injection di bagi dalam 3 system, yaitu : 1. Sistem kontrol udara masuk (Air Induction System). 2. Sistem distribusi bensin (Fuel Delivery System). 3. Sistem kontrol elektronik (Electronic Control System). 13. 1.
sistempakar menentukan kemampuan dasar siswa di smp negeri 3 sata selesai berbasis website dengan metode certainty factor SMP Negeri 3 Satu Atap Selesai, merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri yang berlokasi di alamat jalan Protokol Kerpai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Materidasar system BB EFI 13.30 β 15.00 Sensor dan kelengkapan Sistem BB EFI 15.00 β 16.30 Prinsip dan cara kerja Wagino, S.Pd, M.Pd.T Wanda Afnison, M.T dengan sistem BB EFI 3 Hari ke tiga: 9 Agustus 2019 08.00 β12.20 Uji Emisi gas buang system BB EFI 13.30 β 16.30 Injector cleaner 4 Hari ke empat: 10 Agustus
xQFeOsT. PENGENALAN SISTEM EFI M. Azam SakhsonSMKN3 Jombang PENGENALAN SISTEM Electronic Fuel Injection EFILATAR BELAKANG MENGAPA HARUS BERALIH KE SISTEM EFI Standar emisi di Eropa dan Amerika UERO 3begitu ketat, dimana karburator tidak bisa memenuhi syarat tersebut Dengan sistem EFI terpenuhi. Emisi gas buang rendah . Hemat bahan bakar. Tenaga mesin lebih optimal Apakah emisi gas buang itu ?Hasil dari satu proses pembakaran yang terjadi dalam mesin CxHx + O2 CO2 + H2O + NOx Standar emisi di Eropa dan Amerika UERO 3begitu ketat, dimana karburator tidak bisa memenuhi syarat tersebut Dengan sistem EFI terpenuhi. Emisi gas buang rendah . Hemat bahan bakar. Tenaga mesin lebih optimal Apakah emisi gas buang itu ?Hasil dari satu proses pembakaran yang terjadi dalam mesin CxHx + O2 CO2 + H2O + NOx Zat-zat beracun Carbon Monoxide CO, Hidrocarbon HC,Nitrogen Oxide NOx, Sulfur Oxide SOx, Plumbum OxidePbOxLATAR BELAKANG DAMPAK DARI EMISI GAS BUANGBagi Kesehatan ManusiaLATAR BELAKANGLATAR BELAKANGLATAR BELAKANGLATAR BELAKANGMembangun pola pikir masyarakat Indonesia tentangkendaraan teknologi EFI LATAR BELAKANG Menjadikan masyarakat dari tidak tahu menjadi akrabdengan kendaraan teknolog sistem EFI Cinta INDONESIA Cinta kendaraan EFISISTEM EFI DEFINISI Sistem suplai bahan bakar denganmenggunakan teknologi kontrolsecara elektronik yang mampumengatur pasokan bahan bakar danudara secara optimum yangdibutuhkan oleh mesin pada setiapkeadaan Sistem suplai bahan bakar denganmenggunakan teknologi kontrolsecara elektronik yang mampumengatur pasokan bahan bakar danudara secara optimum yangdibutuhkan oleh mesin pada setiapkeadaanGaris besar sistem EFI Electronic Control SystemAir Induction System Digolongkan menjadi 3 system Fuel Delivery SystemGaris besar sistem EFISistem aliran bahan bakar Injector Fuel PressureRegulator Fuel Return Pipe Fuel Filter Fuel Pump Fuel Tank Fuel Delivery PipeSistem aliran bahan bakar Terdiri dari tanki, pompa, saringan, pipa saluran,injector, regulator tekanan, dan pipa pengembali Bahan bakardialirkan dari tanki keinjector oleh pompaelektrik. Letak pompakhusus ada didalamtanki atau dekat tanki,disaring oleh fuelfilter Tekanan bahan bakar dijaga konstan oleh regulator. Bahan bakar yang tidak dialirkanke intake manifold oleh injector dikembalikanke tanki melalui pipa pengembaliSistem Induksi UdaraSistem Induksi UdaraTerdiri dari pembersih udara air cleaner, meter aliran udaraair flow meter, katup gas throtle valve, ruang masuk udaraair intake chamber, intake manifold runner, dan katub masukintake valveKetika katub gas dibuka, udara mengalir sampai air cleaner,terus ke air flow meter ON pada type L, melalui katub gas dansampai ke dinding intake manifold runner terus ke katub masuk Ketika katub gas dibuka, udara mengalir sampai air cleaner,terus ke air flow meter ON pada type L, melalui katub gas dansampai ke dinding intake manifold runner terus ke katub masuk Udara dialirkan ke mesin, ketika katub gas dibuka lebih lanjutudara lebih banyak masuk ke silinder Mesin Toyota menggunakan 2 cara yang berbeda untukmengukur volume udara yang masuk. Tipe L mengukur aliranudara secara langsung menggunakan air flow meter. Tipe Dmengukur aliran udara tidak secara langsung, tapi memonitortekanan didalam intake manifoldSistem Induksi UdaraPerbedaan type D-EFI dan L-EFISistem Kontrol ElektronikSistem Kontrol Elektronik Terdiri dari beberapa macam sensor engine, ECU ElectronicControl Unit, injector unit, dan kabel rangkaian ECU menentukan dengan tepat jumlah bahan bakar yangdiperlukan injector oleh engine sensorECU menentukan dengan tepat jumlah bahan bakar yangdiperlukan injector oleh engine sensor ECU menentukan injector ON untuk waktu yang tepat, sebagaiacuan lama-pulsa injeksi injection duration, untuk dialirkansesuai perbandingan udara dan bahan bakar yang dibutuhkanengine19 DASAR KERJA EFI ECUSENSOR INJECTOR TPS ECTOS CKP 19 ECTOS KSIAT MAP20 Udara yang masuk ke mesin diukur oleh air flow meter, ketikaudara masuk ke silinder, bahan bakar dicampur dengan udaraoleh injector Injector diatur didalam intake manifold sebelum katub masuk,injector menggunakan selenoid yang dikendalikan oleh ECU DASAR KERJA EFI 20 Injector diatur didalam intake manifold sebelum katub masuk,injector menggunakan selenoid yang dikendalikan oleh ECU ECU memberi pulsa ke injector agar rangkaian ground injectorON dan OFF Ketika injector ON, membuka menyemburkan atom bahanbakar dibelakang katub isap21 DASAR KERJA EFI Ketika dalam intake yang berarus udara, dan membentuk uapmasih bertekana rendah didalam intake manifold. ECUmemberi sinyal ke injector untuk mengalirkan bb secukupnyauntuk mencapai perbandingan ideal udara dan bb 14,7 1 Ketepatan jumlah bb yg disemburkan ke engine adalah tugasdari ECUECU menentukan dasar jumlah injeksi yg berdasar padaukuran volume udara dan rpm 21 Ketepatan jumlah bb yg disemburkan ke engine adalah tugasdari ECUECU menentukan dasar jumlah injeksi yg berdasar padaukuran volume udara dan rpm Tergantung pd kondisi kerja engine, jumlah injeksi akanbervariasi, ECU memonitor variabel seperti Suhu Pendingin,speed engine, sudut pembukaan gas, dan kandungan oksigenpd knalpot dan mengoreksi injeksi untuk menentukan akhirjumlah injeksi22 Campuran udara & bb sama yang didistribusikanSetiap silinder ada injektornya yang mengalirkan bb secaralangsung ke katup masuk ini menghilangkan hambatan bbharus melalui intake dulu, alhasil peningkatan distribusi bb kesilinder KEUNTUNGAN SISTEM EFI 22 Campuran udara & bb sama yang didistribusikanSetiap silinder ada injektornya yang mengalirkan bb secaralangsung ke katup masuk ini menghilangkan hambatan bbharus melalui intake dulu, alhasil peningkatan distribusi bb kesilinder Kontrol perbandingan udara & bb sangat acurat pd segalakondisi kerja mesinEFI mensuplai secara terus menerus perbandingan udara & bbke engine, ini memberikan daya yang lebih baik, ekonomis dancontrol emisi23 KEUNTUNGAN SISTEM EFI Respon pedal gas dan tenaga sangat bagusAliran bb secara langsung dibelakang katub masuk, katubmasuk didesain untuk dpt mengoptimalkan aliran udara , iniakan meningkatkan tenaga dan respon katub gas Peningkatan pada saat Start dingin dan waktu operasiKombinasi yg baik atomisasi bb dan injeksi langsung pd katubmasuk meningkatkan kemampuan start dan kerja pada enginedingin 23 Peningkatan pada saat Start dingin dan waktu operasiKombinasi yg baik atomisasi bb dan injeksi langsung pd katubmasuk meningkatkan kemampuan start dan kerja pada enginedingin Mekaniknya simpel, mengurangi penyetelan yang sanat pekaSistem EFI tdk bersandar pd banyak penyetelan utama untukpengayaan dingin atau bb metering, sebab sistem inimekaniknya simpel, mengurangi kebutuhan maintenance24 EFI β TCCS SYSTEM Dengan pengenalan dari TCCS Toyota Computer ControlSystem, EFI lebih maju dari system control bb yangsimpel menuju ke system engine yang terintegrasi dansystem emisi. Walaupun sistem pengaliran bb nya samaseperti konfensional Electronic Control Unit ECU juga mengontrol sudutpengapian busi, juga mengatur Idle Speed Control ISC,Exhaust Gas Recirculating EGR, Vacum Switching ValveVSV dan yang lainnya 24 Dengan pengenalan dari TCCS Toyota Computer ControlSystem, EFI lebih maju dari system control bb yangsimpel menuju ke system engine yang terintegrasi dansystem emisi. Walaupun sistem pengaliran bb nya samaseperti konfensional Electronic Control Unit ECU juga mengontrol sudutpengapian busi, juga mengatur Idle Speed Control ISC,Exhaust Gas Recirculating EGR, Vacum Switching ValveVSV dan yang lainnya25 EFI β TCCS SYSTEM ISC 25 EGRESA26 EFI β TCCS SYSTEM Ignition Spark Angle ISASystem EFI-TCCS mengatur sudut kemajuan pengapianyang dimonitor kondisi kerja engine, hitungan saatpengapian yg optimum, dan pengapian busi pada saat ygtepat 26 Idle Speed Control ISCSystem EFI-TCCS mengatur kecepatan idle, untuk beberapatipe dikontrol oleh ECU. ECU memonitor kondisikerjaengine untuk menentukan yang cocok kecepatan idleyg dipakai27 EFI β TCCS SYSTEM Exhaust Gas Recirculation EGRSyatem EFI-TCCS mengatur periode kebawah yg EGRdikenalkan ke engine, kendali ini terpenuhi melaluipenggunaan EGR Vacum Switching Valve VSV 27 Other Engine Related SystemSebagai tambahan pd sistem utama hanya diuraikan,TCCS ECU mengoperasikan Electronically ControlledTransmission ECT, Variabel Induksi System T-VIS,kopling kompresor AC dan turbocharger/supercharger28 EFI β TCCS SYSTEM Self Diagnosis SyatemSebuah sistem menganalisa diri sendiri ini disatukandidalam TCCS ECU, sistem ini menggunakan sebuah lampuperingatan check engine terdapat pada combination meteryg dpt memberikan peringatan kepada pengemudi ketikaada kesalahan khusus yang terdeteksi didalam sistemkontrol. Lampu check engine juga dpt menginformasikanrankaian kode diagnosis untuk membantu teknisi dalammengatasi kesalahan ini 28 Self Diagnosis SyatemSebuah sistem menganalisa diri sendiri ini disatukandidalam TCCS ECU, sistem ini menggunakan sebuah lampuperingatan check engine terdapat pada combination meteryg dpt memberikan peringatan kepada pengemudi ketikaada kesalahan khusus yang terdeteksi didalam sistemkontrol. Lampu check engine juga dpt menginformasikanrankaian kode diagnosis untuk membantu teknisi dalammengatasi kesalahan ini29 EFI β TCCS SYSTEM Summary RingkasanSistem EFI terdiri dari 3 sistem dasar. Sistem kontrol elektronik menentukan dasar jumlah injeksiberdasarkan pada sinyal listrik dari air flow meter dan rpmmesin. System aliran bb memelihara tekanan bb konstan padainjektor. Disini mengharuskan ECU untuk mengontrol lamanyainjeksi dan mengirim jumlah bb yg sesuai untuk kondisi mesin. System induksi udara, mengirim udara ke engine berdasarkanpermintaan. Campuran udara bb dibentuk di intake manifoldketika udara bergerak sampai ke intake runner. System EFI memberikan peningkatan performace engine,perbaikan bb ekonomis, dan peningkatan kontrol emisi. Sangatsedikit pemeliharaan atau periode penyetelan 29 Summary RingkasanSistem EFI terdiri dari 3 sistem dasar. Sistem kontrol elektronik menentukan dasar jumlah injeksiberdasarkan pada sinyal listrik dari air flow meter dan rpmmesin. System aliran bb memelihara tekanan bb konstan padainjektor. Disini mengharuskan ECU untuk mengontrol lamanyainjeksi dan mengirim jumlah bb yg sesuai untuk kondisi mesin. System induksi udara, mengirim udara ke engine berdasarkanpermintaan. Campuran udara bb dibentuk di intake manifoldketika udara bergerak sampai ke intake runner. System EFI memberikan peningkatan performace engine,perbaikan bb ekonomis, dan peningkatan kontrol emisi. Sangatsedikit pemeliharaan atau periode penyetelan30 INJECTOR TIMING/DRIVE CIRCUIT Bentuk rangkaian penggerak injector dan program ECMmenentukan kapan setiap injector mengalirkan bensin yangberhubungan dengan rpm engine. Jika injector pada ON initergantung pada posisi sudut poros engkol, ini dikatakanpenyesuaian injeksi. Bahwasanya injector diatur waktunya olehposisi susudt poros engkol 30 Bentuk rangkaian penggerak injector dan program ECMmenentukan kapan setiap injector mengalirkan bensin yangberhubungan dengan rpm engine. Jika injector pada ON initergantung pada posisi sudut poros engkol, ini dikatakanpenyesuaian injeksi. Bahwasanya injector diatur waktunya olehposisi susudt poros engkol Tergantung pada pengetrapan di engine, ada 3 tipe synchroninjection Simultan β bersama , Groupied , dan Sequential βsendiri sendiri31 INJECTOR TIMING/DRIVE CIRCUIT Pada semua tipe ini, tegangan dikirim ke injector darikontak-pengapian atau relay utama EFI dan ECMmengendalikan operasi injector dengan mengarahkantransistor ke massa rangkaian injector 31 .Untuk tipe simultan dan group adalah tipe lama danyang saat ini tidak lagi digunakan . Pada tipe simultan ,semua injector dipulsa pada saat yang sama olehsebuah rangkaian pengendali32 INJECTOR TIMING/DRIVE CIRCUIT Pada tipe group , injector dikelompokandalam kombinasi, pengarah transistor untuksetiap group injector Pada tipe sequential, setiap injector dikontrolsecara terpisah dan diatur waktu ke pulsatepat sebelum katup masuk membuka 32 Pada tipe sequential, setiap injector dikontrolsecara terpisah dan diatur waktu ke pulsatepat sebelum katup masuk membuka Suatu ketika ECM memerlukan untuk menginjeksibensin ke silinder tanpa dipengaruhi dari posisiporos engkol ini dkatakan sinkron injeksi Injeksi tidak sinkron ketika bensin dinjeksikan kesemua silinder secara bersama tanpa dipengaruhioleh sudut poros engkol , perintah ini dilakukanpada saat Start dan percepatan33 Jumlah bensin yang diinjeksikan tergantungpada tekanan dan lamanya injector ON Tekanan bensin dikontrol oleh regulator danlamanya injector ON dikontrol oleh ECM FUEL INJECTION VOLUME CONTROL 33 Tekanan bensin dikontrol oleh regulator danlamanya injector ON dikontrol oleh ECM Waktu injector ON sering dikatakandurasi atau lebar pulsa dan diukur dalammillisecond Saat start dingin memerlukanpulsa yang lebih lebar34 Lebar pulsa tergantung terutama pada beban enginedan suhu pendingin. Pada beban engine lebih tinggidan throttle dibuka lebih lebar untuk memasukanudara, maka lebar pulsa ditingkatkan. ECM menentukan dasar durasipada sinyal input sensor, kondisiengine dan programnya FUEL INJECTION VOLUME CONTROL 34 ECM menentukan dasar durasipada sinyal input sensor, kondisiengine dan programnya35 Fuel InjectionDuration Control Starting InjectionControl - Basic Injection Duration Control - Intake Air Temperature Correction - Voltage Correction - Basic Injection Duration Control FUEL INJECTION DURATION CONTROLMODES AND CORRECTIONS 35 Fuel InjectionDuration Control Aftar-StartInjection Control - Injection Correction - Voltage Correction - Intake Air Temperature Correction - After-Start Enrichment - Warm-up Enrichment - Air-Fuel Ratio Correction DuringTransition - Power Enrichment - Air-Fuel Ratio Feedback Correction - Idling Stability Correction - High Attitude CompensationCorrection - Fuel Cut-Off36 INJECTION START MODE Start ModeKetika switch pengapian pada posisi start ECM menerima sinyalVoltage pada terminal STA. ECM menentukan dasar durasi injeksiberdasar pada sinyal ECT THW, Pada engine yang dilengkapi sensorMAP akan memodifikasi durasi berdsasarkan sinyal IAT THA ECM akan mengatur durasi berdasar pada tegangan batere. Selamaputaran poros engkol saat start, tegangan batere drop menyebabkanklep injektor bergerak lambat. ECM mengoreksi untuk meningkatkandurasi ECM menerima sinyal NE tergantung posisi sensor diporosengkol, semua injektor akan ON bersama. Ini menjamin adanyacukup bensin untuk melakukan start. Catatan bahwa pada suhudingin, waktu durassi injeksi ditingkatkan secara drastis untukmemperdaya penguapan bb yang miskin pada temperature ini 36 ECM akan mengatur durasi berdasar pada tegangan batere. Selamaputaran poros engkol saat start, tegangan batere drop menyebabkanklep injektor bergerak lambat. ECM mengoreksi untuk meningkatkandurasi ECM menerima sinyal NE tergantung posisi sensor diporosengkol, semua injektor akan ON bersama. Ini menjamin adanyacukup bensin untuk melakukan start. Catatan bahwa pada suhudingin, waktu durassi injeksi ditingkatkan secara drastis untukmemperdaya penguapan bb yang miskin pada temperature ini37 INJECTION START MODE 3738 AFTER START INJECTIONCONTROL MODE Engine Running after start Injection Duration ControlTotal durasi injeksi bensin adalah ditentukan 3 dasar durasi injeksi; 2. Koreksi durasi; 3. Koreksi durasi injeksi adalah berdasar pada jumlah udara danrpm mesin. Jumlah udara pada komponen MAF ditentukanoleh sinyal tegangan MAF. Pada sensor MAP, ECM menghitungjumlah udara berdasarkan pada sinyal PIM, rpm mesin, sinyalTHA, dan jumlah nilai efisien disimpan didalam ECM 38 Engine Running after start Injection Duration ControlTotal durasi injeksi bensin adalah ditentukan 3 dasar durasi injeksi; 2. Koreksi durasi; 3. Koreksi durasi injeksi adalah berdasar pada jumlah udara danrpm mesin. Jumlah udara pada komponen MAF ditentukanoleh sinyal tegangan MAF. Pada sensor MAP, ECM menghitungjumlah udara berdasarkan pada sinyal PIM, rpm mesin, sinyalTHA, dan jumlah nilai efisien disimpan didalam ECM Injeksi mengatur dasar durasi injeksi untukmengakomodasi daya mesin dan kondisi operasi mesin yangberbeda tegangan mengatur dasar durasi injeksi untukmengkompensasi perbedaan tegangan listrik39 AFTER START INJECTIONCONTROL MODE 3940 AFTER START ENRICHMENT& WARM UP CORRECTION After Start Enrichment kayaSeketika itu setelah start, ECM mensuplai jumlahbensin extra untuk periode tertentu menstabilkanputaran engineJumlah koreksi ini adalah model paling tinggi setelahengine distart dan berangsur-angsur menurun. Nilaijumlah koreksi maksimum berdasarkan pada suhupendingin engine. Engine lebih panas, jumlah bensinyang diinjeksikan berkurang 40 After Start Enrichment kayaSeketika itu setelah start, ECM mensuplai jumlahbensin extra untuk periode tertentu menstabilkanputaran engineJumlah koreksi ini adalah model paling tinggi setelahengine distart dan berangsur-angsur menurun. Nilaijumlah koreksi maksimum berdasarkan pada suhupendingin engine. Engine lebih panas, jumlah bensinyang diinjeksikan berkurang41 AFTER START ENRICHMENT& WARM UP CORRECTION Pemanasan Campuran KayaSuatu bensin campuran kaya adalah diperlukanterutama untuk engine pada waktu dingin. ECMmenginjeksi extra berdasar pada suhu pada pemanasan mesin, jumlah campuranmenurun , tergantung pada jenis engine pemanasanakan berakhir pada suhu mendekati 50oC β 80oCJika ECM ada didalam Fail Safe Mode untuk DTC PO115, ECM mengganti suatunilai temperatur yang padaumumnya 80oC 41 Pemanasan Campuran KayaSuatu bensin campuran kaya adalah diperlukanterutama untuk engine pada waktu dingin. ECMmenginjeksi extra berdasar pada suhu pada pemanasan mesin, jumlah campuranmenurun , tergantung pada jenis engine pemanasanakan berakhir pada suhu mendekati 50oC β 80oCJika ECM ada didalam Fail Safe Mode untuk DTC PO115, ECM mengganti suatunilai temperatur yang padaumumnya 80oC42 Correction Based on Intake AirTemperature MAP SensorEquipped Engines Koreksi berdasar pada suhu udara masuk biladilengkapi MAP sensorKepadatan udara di intake menurun ketika suhu pada sinyal IAT THA, ECM mengaturdurasi injeksi bensin meratakan untuk perubahankepadatan udara. ECM diprogramkan sedemikian rupapada 20oC durasi ditingkatkan, diatas 20oC durasiditurunkanJika ECM ada didalam Fail Safe Mode untuk PO 110,ECM menggantikan suhu nilai 20oC 42 Koreksi berdasar pada suhu udara masuk biladilengkapi MAP sensorKepadatan udara di intake menurun ketika suhu pada sinyal IAT THA, ECM mengaturdurasi injeksi bensin meratakan untuk perubahankepadatan udara. ECM diprogramkan sedemikian rupapada 20oC durasi ditingkatkan, diatas 20oC durasiditurunkanJika ECM ada didalam Fail Safe Mode untuk PO 110,ECM menggantikan suhu nilai 20oC43 Correction Based on Intake AirTemperature MAP SensorEquipped Engines Koreksi Tenaga PengkayaanKetika ECM menentukan mesin beroperasi padabeban tengah menuju berat , ECM akanmeningkatkan durasi injeksi bensin. Jumlah bensinyang ditambahkan berdasar pada sensor MAF atauMAP, TPS,rpm engine. Ketika engine bebanyajumlah udara dinaikan, durasi injeksi rpm dinaikan, frekuensi injeksi dinaikan padatarip yang sama 43 Koreksi Tenaga PengkayaanKetika ECM menentukan mesin beroperasi padabeban tengah menuju berat , ECM akanmeningkatkan durasi injeksi bensin. Jumlah bensinyang ditambahkan berdasar pada sensor MAF atauMAP, TPS,rpm engine. Ketika engine bebanyajumlah udara dinaikan, durasi injeksi rpm dinaikan, frekuensi injeksi dinaikan padatarip yang sama44 Correction Based on Intake AirTemperature MAP SensorEquipped Engines Koreksi PercepatanPada percepatan awal, ECM memperluas durasi injeksicampuran kaya untuk mencegah tersendat ataukeraguan. Durasi akan tergantung pada bagaimanathrotle valve terbuka dan beban engine. Semakin besarbeban mesin dan throtle terbuka injeksi lebih panjang 44 Koreksi PercepatanPada percepatan awal, ECM memperluas durasi injeksicampuran kaya untuk mencegah tersendat ataukeraguan. Durasi akan tergantung pada bagaimanathrotle valve terbuka dan beban engine. Semakin besarbeban mesin dan throtle terbuka injeksi lebih panjang45 Decel eration Fuel Cut Decel eration Fuel CutSelama throtle ditutup , adalah periode perlambatan,pengaliran bensin tidak diperlukan. Untuk mencegah emisidan ekonomis bensin, ECM tidak akan membuka injektordibawah kondisi perlambatan. ECM akan memulaipenyemprotan pada suatu perhitungan rpm. Diperlihatkanpada grafik, penghentian bensin dan kecepatan sebagaivariabel, tergantung pada suhu pendingin, kondisi koplingAC, dan sinyal STA, khususnya ketika beban extra terjadi,ECM akan mulai injeksi lebih awal 45 Decel eration Fuel CutSelama throtle ditutup , adalah periode perlambatan,pengaliran bensin tidak diperlukan. Untuk mencegah emisidan ekonomis bensin, ECM tidak akan membuka injektordibawah kondisi perlambatan. ECM akan memulaipenyemprotan pada suatu perhitungan rpm. Diperlihatkanpada grafik, penghentian bensin dan kecepatan sebagaivariabel, tergantung pada suhu pendingin, kondisi koplingAC, dan sinyal STA, khususnya ketika beban extra terjadi,ECM akan mulai injeksi lebih awal46 Decel eration Fuel Cut Fuel Tau CutAdalah mode yang diterapkan pada beberapa engine saatperlambatan yang lama dengan throtle valve tertutup. Pada saatini kelebihan oksigen akan masuk konvertor yang katalis. Untukmencegah ini ECM akan dengan singkat mempulsa injektor 46 Engine Over-Rev Fuel Cut OffUntuk mencegah engine rusak, suatu rev-limiter diprogramkankedalam ECM. Kapan saja rpm melebihi ambang batas yangdiprogramkan, ECM menutup injektor. Sekali ketika rpm jatuhdibawah ambang batas, injektor dikembalikan ON. Secara kasambang batas rpm sedikit diatas garis redline rpm47 Decel eration Fuel Cut Vehicle Over-Speed Fuel Cut OffPada beberapa kendaraan, injeksi bensin distop jikakecepatan kendaraan melebihi ambang batas tertentu yangtelah diprogram didalam ECM. Injeksi bensin akan kembalilagi setelah kecepatan drop dibawah ambang batas 47 Vehicle Over-Speed Fuel Cut OffPada beberapa kendaraan, injeksi bensin distop jikakecepatan kendaraan melebihi ambang batas tertentu yangtelah diprogram didalam ECM. Injeksi bensin akan kembalilagi setelah kecepatan drop dibawah ambang batas48 Battery VoltageCorrection 48 Koreksi Tegangan BaterePengetrapan tegangan ke injektor bensin akan mempengaruhiketika injektor membuka dan pada tingkat membuka. ECMmemonitor system tegangan dan akan merubah sinyal injeksi tepatwaktu. Jika sistem tegangan lebih rendah , sinyal injeksi tepatwaktu akan lebih lama, tetapi suatu kenyataan injektor terbukaakan menyisakan yang sama jika sistem tegangan menjadi lebihtinggi49 Distributorless types tipe tanpa distributorDirect Ignition System DIS - 1 silinder 1 koilSistem ini ada 2 macam Sistem ini ada 2 macam Satu igniterSatu igniter untukuntuk semua silinder koilsemua silinder koil IGNITION SYSTEM 494950 Satu igniterSatu igniter untukuntuk setiap silinder koilsetiap silinder koilIgniterIgniter menyatu denganmenyatu dengan koilkoil IGNITION SYSTEM 5050 5051 IGNITION SYSTEM Ignition Coil with integrated IgniterIgnition Coil with integrated IgniterMempunyai 4 terminal kabelMempunyai 4 terminal kabel ββ + B+ B ββ IGT signalIGT signal ββ IGF signalIGF signal 51 ββ IGF signalIGF signal ββ GroundGround52 TERIMAKASIH 52 TERIMAKASIH
kondisi operasi kerja mesin tersebut dapat dicapai dengan unjuk kerja mesin yang tetap optimal. Sistem aliran bahan bakar dengan tekanan kerja tertentu menyuplai bahan bakar dengan bantuan pompa dari tangki ke injector. Kemudian, injector ini menyemprotkan bahan bakar ke setiap saluran masuk silinder motor dengan jumlah bahan bakar yang disesuaikan dengan kebutuhan motor. ECU Electronic Control Unit berfungsi untuk mengatur kapasitas bahan bakar yang di semprotkan berdasarkan sinyal-sinyal dari sensor yang antara lain adalah a. Sensor putaran motor bakar b. Sensor beban motor bakar c. Sensor pengendali kerja motor bakar d. Sensor temperatur air pendingin e. Sensor temperatur udara 1. Konstruksi Dasar Sistem EFI Secara umum, konstruksi sistem EFI dapat dibagi menjadi tiga bagiansistem utama, yaitu a. Sistem Induksi Udara EFI Air Indunction System Sistem induksi udara menyalurkan sejumlah udara yang diperlukan untuk pembakaran. Sistem ini terdiri atas air cleaner, air flow meter, throttle body dan air falve. Menurut Triyono 200936 dijelaskan bahwa udara yang akan masuk ke dalam silinder pada sistem EFI sangat menentukan besarnya jumlah bahan bakar yang harus diinjeksikan. Oleh sebab itu jumlah udaranya harus benar-benar terukur dengan baik. Gerak membuka atau menutup throttle sangat mempengaruhi jumlah udara yang akan masuk ke ruang manifold pemasukan. Saat udara masuk ke dalam manifold pemasukan, udara ini akan membuka pelat pengukur pada pengukur aliran udara airflow meter sehingga jumlah udara yang masuk terdeteksi oleh pengukur aliran udara tersebut dan sinyal ini diteruskan ke unit kendali elekronik. Pada motor bakar dalam keadaan dingin, katup udara berperan mengalirkan udara secara langsung keruang pemasukan tanpa melalui katup throttle untuk menambah putaran sampai idle cepat tanpa memperhatikan kondisi throttle-nya. Jumlah udara yang masuk ini di deteksi oleh pengukur aliran udara Jenis L- EFI atau dengan sensor temperature Jenis D-EFI. a b Gambar a Diagram aliran induksi udara sistem L-EFI, b Diagram aliran induksi udara sistem D-EFI b. Sistem Aliran Bahan Bakar EFI Fuel System Sistem bahan bakar digunakan untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki bahan bakar sampai keruang bakar. Sistem ini terdiri atas tangki bahan bakar, pompa bahan bakar, saringan bahan bakar, pipa AIR CLEANER AIRFLOW METER PIPA PENGHUBUNGUDAR BODI THROTTLE RUANG UDARAINTAKE KATUP UDARA MANIFOLD AIR CLEANER BODI THROTTLE RUANG UDARAINTAKE MANIFOLD KATUP UDARA SENSOR TEKANAN MANIFOLD penyalur, pressure regulator, pulsation damper, injektor dan cold start injector. Menurut Triyono 200937 dijelaskan bahwa pada sistem aliran bahan bakar EFI, bahan bakar dari tangki bahan bakar mengalir ke pompa akibat gerak hisap pompa untuk selanjutnya di tekan ke injektor dan injektor start-dingin cold start injector melalui saringan. Pengatur tekanan pressure regulator berfungsi untuk mengendalikan tekanan pipa saluran bahan bakar fuel line dan kelebihan bahan bakar pada injektor dialirkan kembali ke tangki bahan bakar. Peredam denyut pulsasion damper yang dipasang pada sistem ini berfungsi untuk meredam denyutan yang timbul akibat penginjeksian bahan bakar. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan oleh injector ke dalam manifold pemasukan sesuai dengan sinyal yang diberikan oleh CPU. Fungsi injector start-dingin adalah untuk memudahkan saat awal start atau cuaca dingin, yaitu dengan cara menyemprotkan bahan bakar langsung keruang pemasukan intakechamber. Gambar Diagram aliran bahan bakar sistem EFI c. Sistem Pengendali Elektronik Electronic Control System Sistem pengendali elektronik terdiri atas beberapa sensor seperti air flow meter, water temperature sensor, throttle position sensor, air temperatur sensor, dan oxygen sensor. Pada sistem ini terdapat ECU Electronic Control Unit yang mengatur lamanya kerja injektor. Pada sistem ini juga terdapat komponen lain seperti main relay yang mensuplai tegangan ke ECU, start injector time switch yang mengatur kerja cold start injector selama mesin dingin, circuit opening relay yang mengatur kerja pompa bahan bakar dan resistor yang menstabilkan kerja injektor. Menurut Triyono 200938 dijelaskan bahwa sistem pengendali elektronik terdiri atas ECU dan sensor-sensor. Sensor-sensor digunakan untuk mendeteksi banyak hal, diantaranya ialah jumlah dan temperatur udara yang dihisap, beban motor bakar, temperatur air pendingin, putaran motor bakar, dan lain sebagainya. Sensor mengirimkan laporan ke ECU dalam bentuk sinyal analog yang diubah menjadi sinyal digital oleh rangkaian konverter. Selanjutnya, sinyal tersebut dikalkulasi oleh ECU selama motor bakar beroperasi dan memberi perintah pada injector untuk menyemprotkan sejumlah bahan bakar dalam kondisi saat itu. Agar kerja injector stabil, ada beberapa motor bakar dipasang resistor. Injector start-dingin pada sistem EFI berguna bekerja saat motor bakar dalam keadaan dingin, yaitu saat motor bakar akan di-start pertama kali dan durasi waktunya di atur oleh sakelar pengatur waktu. Pada ssistem EFI ini dipasang relay-relay untuk mengendalikan kerja komponen motor bakar. Jenis relay-relay dalam sistem EFI tersebut meliputi relay utama dan relay sirkuit. Relay utama dipasang untuk mencegah turunnya tegangan, sedangkan relay sirkuit dipasang sedemikan rupa sehingga pompa bahan bakar akan hidup saat pompa bekerja dan sebaliknya relay akan mati saat motor bakar mati. 2. Skema Kerja Sistem Injeksi Bahan Bakar Elektronik
Secara umum, konstruksi sistem EFI dapat dibagi menjadi tiga bagian/sistem utama, yaitu; 1. sistem bahan bakar fuel system, 2. sistem kontrol elektronik electronic control system, dan 3. sistem induksi/pemasukan udara air induction system. Ketiga sistem utama ini akan dibahas satu persatu di bawah ini. Jumlah komponen-komponen yang terdapat pada sistem EFI bisa berbeda pada setiap jenis sepeda mesin. Semakin lengkap komponen sistem EFI yang digunakan, tentu kerja sistem EFI akan lebih baik sehingga bisa menghasilkan unjuk kerja mesin yang lebih optimal pula. Dengan semakin lengkapnya komponen-komponen sistem EFI misalnya sensor-sensor, maka pengaturan koreksi yang diperlukan untuk mengatur perbandingan bahan bakar dan udara yang sesuai dengan kondisi kerja mesin akan semakin sempurna. Gambar di bawah ini memperlihatkan contoh skema rangkaian sistem EFI pada Yamaha GTS1000 dan penempatan komponen sistem EFI pada Honda Supra X 125. Gambar Skema Rangkaian Sistem EFI Pada Yamaha GTS1000 Keterangan gambar 1. Fuel rail/delivery pipe pipa pembagi 3. Injector nozel penyemprot bahan bakar 4. Air box saringan udara 5. Air temperature sensor sensor suhu udara 6. Throttle body butterfly katup throttle 7. Fast idle system 8. Throttle position sensor sensor posisi throttle 9. Engine/coolant temperature sensor sensor suhu air pendingin 10. Crankshaft position sensor sensor posisi poros engkol 11. Camshaft position sensor sensor posisi poros nok 12. Oxygen lambda sensor 13. Catalytic converter 14. Intake air pressure sensor sensor tekanan udara masuk 15. ECU Electronic control unit 16. Ignition coil koil pengapian 17. Atmospheric pressure sensor sensor tekanan udara atmosfir Gambar Penempatan Komponen Sistem EFI Honda Supra X 125.